
SobatBos pasti sering mendengar istilah toleransi besi beton dari supplier langganan. Tapi, tahukah SobatBos apa sebenarnya arti dari istilah tersebut pada konstruksi dan kenapa ini menjadi penting?
Sederhananya, kata “toleransi” merujuk pada variasi yang diperbolehkan dari ukuran nominal atau spesifikasi yang ditetapkan. Toleransi menjadi sangat penting untuk memastikan besi beton yang SobatBos gunakan dalam konstruksi memenuhi standar kualitas dan keamanan yang diperlukan.
Mengapa Toleransi Pada Besi Beton Sangat Penting?
Apakah semua besi memiliki toleransi? Ya, setiap besi memiliki toleransi yang beragam. Dalam dunia besi beton, toleransi adalah salah satu faktor penentu kualitas. Besi dengan toleransi besar berarti diameternya jauh lebih kecil dari ukuran yang seharusnya, dan ini bisa membahayakan kekuatan struktur bangunan.
Lalu, bagaimana cara membedakan besi berkualitas? Di sinilah istilah Besi SNI dan Besi Non-SNI (Banci) muncul.
Perbedaan Toleransi Besi SNI dan Non-SNI (Banci)
Berdasarkan acuan pemerintah, besi beton berlogo Standar Nasional Indonesia (SNI) memiliki toleransi yang ketat dan masih bisa diterima. Toleransi ini tidak boleh lebih dari penyimpangan kebundaran maksimal seperti yang telah ditetapkan dalam standar.
Namun, berbeda dengan Besi Non-SNI atau Besi Banci. Besi ini memiliki toleransi yang jauh lebih besar dan bervariasi, mulai dari 0.5mm, 0.8mm, 1.0mm, 1.2mm, hingga 2.0mm atau bahkan lebih. Penggunaan besi dengan toleransi tinggi ini dapat melemahkan struktur bangunan.

tabel toleransi besi
Rumus Mudah Menghitung Diameter Riil Besi Beton
Untuk memastikan SobatBos tidak tertipu, Anda bisa menghitung penyimpangan toleransi kebundaran pada besi beton dengan mudah menggunakan rumus matematika dasar berikut:
Diameter Nominal – Toleransi = Diameter Riil
Sebagai contoh, kita akan coba dua perhitungan di bawah ini.
Contoh Perhitungan Toleransi
- Contoh 1:
Jika sebuah besi beton memiliki diameter nominal 10mm dan toleransi 0.3mm,
maka:10mm – 0.3mm = 9.7mm
Jadi, besi beton 10mm dengan toleransi 0.3mm memiliki diameter asli yaitu 9.7mm.
- Contoh 2: Jika besi beton berdiameter nominal 13mm dan toleransi 0.5mm,
maka:13mm – 0.5mm = 12.5mm
Jadi, besi beton 13mm dengan toleransi 0.5mm punya diameter asli yaitu 12.5mm.
Kesimpulan
Memahami arti toleransi dan cara menghitungnya adalah pengetahuan dasar yang wajib diketahui setiap orang yang berkecimpung di dunia konstruksi. Memilih besi beton dengan toleransi rendah, terutama yang bersertifikat SNI, adalah langkah penting untuk memastikan keamanan dan kekuatan jangka panjang dari bangunan Anda.